Senin, 21 Agustus 2017

[Halal Food Bangkok] Petchabury Road Soi 7 (Bagian 2)



Street food yang tersaji di sini tidak hanya kuliner khas Thailand, tapi juga terdapat akulturasi dengan budaya lain seperti Melayu dan India. Tapi yang pasti semuanya Halal!


Tidak cukup satu hari untuk menyusuri berbagai sajian jajanan kaki lima yang terdapat di ruas jalan Petchabury Road Soi 7, maka saya pun sempatkan untuk berkunjung sekali lagi ke lokasi ini sebelum kembali ke Indonesia. Selepas shalat maghrib saya langsung menuju satu spot di Petchabury Road tepat sebelum tikungan ke Petchabury Road Soi 7. Tak tertulis nama tempatnya (seperti kedai kaki lima lainnya), tapi di menunya tertulis TEHO. Saat itu mereka masih berbenah dan menyiapkan beberapa menunya, tapi para pelanggan sudah mulai memadati meja-meja kecil yang berada di trotoar jalan itu. 

Selasa, 08 Agustus 2017

[Halal Food Bangkok] Petchabury Road Soi 7 (Bagian 1)


Kenikmatan jajanan kaki lima alias street food di Bangkok sudah kondang. Dan di sepanjang ruas jalan ini, kamu bisa menikmati beragam street food khas Thailand dengan tenang karena semuanya Halal. Inilah salah satu spot wisata kuliner Bangkok yang harus kamu sambangi, khususnya buat kaum Muslim.


Di Petchabury Road Soi 7 ada sebuah mesjid yang cukup besar dan ramai, namanya Masjid Darul Aman. Dan selama saya di Bangkok, ada beberapa kali saya mengunjungi mesjid ini. Bukan karena rajin-rajin banget beribadah, tapi karena sepanjang jalan ini banyak street food yang menyajikan makanan halal. Setiap melintas di beberapa ruas jalan di Bangkok selalu tergiur dengan aneka ragam street food yang banyak dijajakan, terutama yang bakar-bakaran. Tapi tentu saja, banyak yang tidak bisa saya cicipi karena sudah jelas mengandung atau memasaknya bersama dengan babi. Tapi tidak di ruas jalan ini, semua jajanan kaki lima yang dijajakan dilabeli Halal!

Untuk menuju lokasi ini bisa menggunakan BTS dan turun di stasiun Ratchadewi, tinggal jalan kaki menuju Petchabury Road. Menyeberang jalan dan belok ke kiri akan tampak deretan kedai makanan yang sajikan halal food, sebut saja Madane Restaurant, Nissareen, Farida Fatoni dan lain-lain. Sayangnya saya belum sempet mencicipi hidangan di kedai-kedai ini. Maybe next time... Tidak jauh dari situ kita akan menemukan jalan kecil di sebelah kanan, itulah ruas jalan Petchabury Road Soi 7. Masjid Darul Aman berada sekitar 30 meter dari jalan masuk ke gang ini. Sebelum memutuskan memilih makanan yang ada, saya coba susuri jalan ini sampai agak ke dalam. ada yang berjualan di kaki lima, ada pula yang memiliki kedai sederhana. Yang terasa agak sulit adalah rata-rata menu dagangan mereka ditulis dengan aksara Thailand yang tentunya sulit untuk orang awam seperti saya membacanya, tapi jangan khawatir para penjaja di sini ramah-ramah dan mau menerangkan makanan yang mereka jual. Walau dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah, bahkan dari mereka tidak segan menyampaikannya dengan bahasa Melayu/Indonesia walau hanya satu-dua patah kata.

Kamis, 03 Agustus 2017

[Halal Food Bangkok ] Tomyam Paa Nga


Kuah Tomyam-nya kental menyajikan rasa asam segar dan cubitan rasa pedas yang melenakan. Seafood yang digunakan pun terasa fresh. Tak heran antrian pengunjung cukup banyak walau bukan di akhir pekan



Dapat kesempatan mengikuti kegiatan di Bangkok tidak saya sia-siakan untuk juga dapat menikmati kuliner khas negeri Siam ini yang sudah terkenal akan kelezatannya. Akan tetapi karena padatnya jadwal, maka saya cuma berkesempatan berburu di malam hari. Tentunya, yang saya buru adalah makanan halal, karena sebagai kota dengan mayoritas penduduk non-muslim, penjaja makanan di kota Bangkok yang melabeli jualannya halal tidaklah banyak. Salah satunya adalah ini: Tomyam Paa Nga.

Kalo googling "Halal Food in Bangkok", hampir semua laman dari hasil pencarian mencantumkan Tomyam Paa Nga ini sebagai salah satu halal food di Bangkok yang harus dikunjungi. Oleh karena itu saya menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat ini saking penasaran. Berbekal petunjuk dari Google Maps dan sempet nyasar-nyasar akhirnya saya menemukan titik tempat tomyam ini dijajakan. Berada di kawasan Night Market Pratunam, Tomyam Paa Nga dapat ditemukan di depan pelataran Patra Boutique Hotel. Satu "gerobak" kecil berdiri tempat sang empunya tempat ini meracik tomyam pesanan pelanggannya, sementara tak jauh dari situ sekitar 5-6 meja yang tidak terlalu besar tampak dipenuhi para pelanggan yang tengah menikmati tomyam ini. Saya pun harus menunggu beberapa menit sampai mendapat tempat kosong.

Kamis, 06 Juli 2017

[Review Hotel] The Papandayan - Bandung

Swimming Pool - The Papandayan

Menikmati sejuknya udara Bandung sambil menyeruput kopi di tengah tropical garden dengan air terjun buatan dalam hotel, memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu The Papandayan


Memilih hotel ini karena relatif bebas dari kemacetan di jalan sekitarnya, ya The Papandayan terletak di Jl Gatot Subroto dekat dengan perempatan Jl. Malabar (eh di perempatan sini ada rumah kembar bersebarangan yang konon karya Ir. Soekarno loh). Tapi ternyata tidak hanya itu, begitu masuk lobby hotel, suasana nyaman langsung terasa. Lobbynya besar dengan interior mewah. Suara gemericik air terdengar dari air terjun buatan yang ada di tropical garden di dalam hotel.

Jumat, 03 Maret 2017

Jangan Salah Parkir Inap di Bandara Soetta, atau....

Parkir Inap Bandara Soetta
Parkir Inap Bandara Soekarno Hatta - Jakarta
Beberapa orang memilih membawa kendaraannya sendiri ke bandara, ketika harus bepergian menggunakan pesawat. Praktis, menjadi salah satu alasannya. Tapi tahukah kamu kalau kita tidak bisa menyimpan kendaraan di sembarang tempat parkir jika mau inapkan mobil kita? Jika kita tidak memarkirkan kendaraan kita di tempat khusus Parkir Inap, kita bisa bakal kena tarif parkir yang mencekik loh. Untuk mencegah hal itu terjadi berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

Jumat, 30 Desember 2016

Senja Indah di Taman Suropati



Sore itu, sambil menunggu jadwal pertemuan di kawasan Taman Suropati, iseng-iseng saya bersantai-santai di kawasan taman yang terletak di bilangan Jakarta Pusat ini. Pohon yang rimbun, suasana tenang dan lingkungan yang bersih menjadi magnet banyak orang untuk menghabiskan waktu sorenya di taman ini, ada yang sambil jogging, latihan teater, mengasuh binatan peliharaan atau sekedar duduk-duduk santai seperti saya.

Penjaja makanan ringan pun tampak berseliweran, salah satunya tahu gejrot. Kuliner khas Kota Cirebon ini memang banyak dijajakan di kota lain termasuk Jakarta ini, potongan tahu sumedang diguyur bumbu yang asam manis dengan tambahan irisan bawang merah dan cabe rawit yang bisa kita request sesuai permintaan. Walau sederhana, tapi sajian tahu gejrot ini layak dipoedjikeun, cocok untuk menjadi kudapan sore sambil menunggu makan malam.

Selasa, 23 Februari 2016

Menjaga Keselamatan Anak Di Dunia Maya

Sumber gambar: Video Child Online Protection - ICTWatch
"Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan." Begitulah definisi anak menurut UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dan anak di era sekarang ini sudah masuk di dalam kelompok digital native, yaitu orang-orang yang sejak lahir sudah lekat dengan teknologi digital. Bahkan tidak jarang mereka sudah terekspos di internet bahkan sebelum sejak lahir ketika orang tuanya memposting foto USG ke facebook. Generasi inilah yang melihat internet, media sosial, smart phone, tablet, laptop dan sebagainya, sebagai bagian dari keseharian mereka. Banyak manfaat yang dapat diperoleh mereka dari teknologi yang dikenal juga sebagai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini, mulai dari hiburan, pendidikan, bermain, belajar, berkomunikasi dan sebagainya. Anak bungsu saya, contohnya, senang sekali menggambar dan melakukan aktivitas kreatif lainnya, padahal orang tuanya (apalagi bapaknya) seorang tuna seni, yang menggambar orang saja tidak bisa. Maka dia mencari "guru menggambar" di Youtube, dan dalam waktu singkat memenuhi meja belajarnya dengan tumpukan gambar hasil tuntunan "sang guru". Tentunya tetap dalam pengawasan saya sebagai orang tuanya.

Jumat, 29 Januari 2016

Statistik Internet Indonesia 2016

Photo by +mataharitimoer | internetsehat.id
Internet tidak dapat dipungkiri sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia yang tinggal di kota-kota besar. Beragam aktivitas sehari-hari dilakukan dengan dukungan teknologi ini, sebut saja untuk berbelanja, belajar, bekerja, mencari jalan, mempromosikan usaha, berkomunikasi dan sebagainya. Akan tetapi tahukah kamu berapa banyak pengguna internet di Indonesia? Apa yang paling banyak mereka lakukan ketika menggunakan internet? Berapa lama rata-rata mereka menggunakan internet? Apakah dampak pemanfaatan internet bagi ekonomi dan sosial negara Indonesia?


Selasa, 29 September 2015

7 Kekurangan dari Ojek Online

Kota Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia saat ini tengah kedatangan "mainan" baru di bidang transportasi publik: Ojek Online. Ya, saat ini penduduk di kota-kota tersebut, dapat dengan mudah meminta antar-jemput dari tukang ojek melalui aplikasi yang terpasang di gawai (gadget) tanpa harus mencari mereka dulu di pangkalan. Di Jakarta sendiri Ojek Online dipelopori oleh Go-Jek, yang kemudian disusul oleh Grab Bike, dan pendatang baru Blu-Jek. Selain kemudahan, penggunaan ojek online ini juga memberikan keuntungan lain buat penggunanya, sebut saja tarif yang sudah ditetapkan terlebih dahulu melalui aplikasi (tidak perlu tawar menawar lagi), bisa dipanggil di mana saja (misalnya jika kita tengah menunggu di pinggir jalan), harga promo, adanya layanan tambahan seperti pesan makanan, kirim barang dan sebagainya. Dan tulisan ini tidak akan membahas segala kelebihan itu karena sudah banyak tulisan lain yang membahasnya. Tapi di balik semua kemudahan dan keunggulan tersebut, ternyata masih terdapat kekurangan-kekurangan Ojek Online ini yang masih dapat kita temukan, khususnya dari sisi pengguna. Apa saja itu? Berikut 7 kekurangan dari ojek online yang coba saya rangkum:


Rabu, 01 April 2015

Wisata Istanbul (6) - Turkish Delight, Baklava dan Apple Tea Cafe

Turkish Delight aneka rasa
Belum lengkap rasanya jika menikmati suasana kota Istanbul, tanpa mencicipi kudapan yang menjadi ciri khas dari Turki: Turkish Delight. Ya inilah kudapan manis yang terkenal seantero dunia. Teksturnya kenyal seperti jel yang keras, dengan pilihan rasa yang beraneka ragam. Kacang pistachio, hazelnut, kurma dan sebagainya menjadi "isi" dari turkish delight ini, dengan pilihan aneka rasa seperti buah delima, jeruk, rosewater, lemon dan sebagainya. Dalam satu toko, kita bisa menemukan puluhan varian turkish delight yang dijual. Dan buat saya ada harga ada rupa, varian turkish delight yang mahal memberikan rasa yang lebih memanjakan indera pengecap dibanding yang dijual dengan harga yang lebih murah.

Selasa, 13 Januari 2015

Wisata Istanbul (5) - Hagia Sophia

Kaligrafi Allah dan Muhammad yang mengapit lukisan Bunda Maria dan Bayi Jesus
Mungkin inilah satu-satunya bangunan di dunia yang menampilkan simbol-simbol dari agama Islam dan Kristiani secara berdampingan. Hagia Sophia (atau dalam bahasa Turki: Aya Sofia) yang berarti Holy Wisdom, memang menyimpan sejarah panjang sejak dibangunnya di tahun 360 pada era Kekaisaran Byzantium atau yang dikenal juga sebagai Kekaisaran Romawi Timur. Pada awalnya, Hagia Sophia merupakan sebuah gereja utama yang dibangun oleh Kaisar Constantius II. Gereja ini hancur di tahun 404 akibat kerusuhan yang terjadi hingga hampir tidak ada yang tersisa. Gereja ini dibangun kembali di tahun 415 oleh Kaisar Theodosios II. Akan tetapi di tahun 532 bangunan ini kembali hancur karena kerusuhan yang terjadi di kekaisaran tersebut. Bangunan yang dapat kita lihat sekarang merupakan bangunan gereja ketiga yang kembali dibangun oleh Kaisar Justinian I hanya beberapa minggu setelah kerusuhan tersebut, dengan jauh lebih besar dan lebih megah dibanding bangunan sebelumnya. Dengan sentuhan dari arsitek Isidoros (Milet) dan Anthemios (Tralles), Hagia Sophia dimulai pembangunannya di tahun 532 dan selesai lima tahun kemudian. Sejak saat itu beberapa renovasi seperti penambahan bagian bangunan ataupun perbaikan kerusakan (seperti kerusakan setelah gempa bumi) dilakukan karena Hagia Sophia merupakan gereja resmi kekaisaran, tempat dimana seorang kaisar dilantik. Di tahun 1435, Sultan Muhammad Al-Fatih menaklukan kota Konstantinopel dan langsung menjadikan Hagia Sophia sebagai mesjid . Simbol-simbol kristiani ditutup dan digantikan dengan simbol-simbol Islami. Selain itu madrasah, mimbar, tempat muadzin dan sebagainya dibangun sebagai pelengkap Hagia Sophia yang telah menjadi mesjid kekaisaran pertama di Istanbul. Setelah runtuhnya kekhalifahan utsmaniyah, Presiden Turki pertama Mustafa Kemal Atatürk di tahun 1935 mengubah fungsi Hagia Sophia sebagai sebuah museum hingga saat ini, dan plester-plester yang menutup lukisan mosaic peninggalan kekaisaran roma kembali dibuka sehingga berdampingan dengan kaligrafi-kaligrafi yang dihasilkan di masa Khalifah Utsmaniyah..