Jumat, 24 November 2017

Pesan Tiket Pesawat #JadiBisa Mudah dan Murah



"Tiket pesawatnya hangus? Terus balik ke Jakarta gimana dong?"

Yup, itu kondisi yang saya alami dua hari lalu, tepatnya pas tanggal 22 November 2017. Jadi ceritanya saya beli tiket pesawat promo beberapa bulan lalu untuk destinasi Jakarta-Hong Kong (pp) dari salah satu maskapai penerbangan bersama keluarga untuk liburan, tapi karena satu dan lain hal, saya harus terbang ke India dulu untuk urusan kerjaan dan baru nyusul keluarga ke Hong Kong dari New Delhi. Saya pikir gakpapa lah tiket pergi hangus, toh penerbangan saya dari Delhi ke Hong Kong juga sudah dibayarin, dan nanti saya tinggal pake tiket pulangnya aja. Ternyataaaaa, yang saya missed adalah ada kalusul yang menyatakan bahwa untuk tiket promo itu harus digunakan berurutan (in sequence) jadi kalo penerbangan awal kamu gak pake, maka tiket untuk penerbangan berikutnya gak akan bisa kamu pake. Arrrgggghhh, mana posisi saya udah di India lagi, dan tiket ke New Delhi - Hong Kong juga sudah di tangan.

Ya sudah, satu-satunya solusi ya mengeluarkan budget ekstra buat cari tiket pulang dari Hong Kong ke Jakarta. Masa iya harus jadi penduduk Hong Kong kan yah? Mulailah buka laptop dengan mengandalkan Wi-Fi hotel di Delhi, cari-cari tiket murah, buka web yang sediain perbandingan tiket dari berbagai penyedia jasa, buka web A, buka web B juga. Semua upaya dilakukan demi mendapat tiket murah, tapi juga yang reasonable dari sisi durasi penerbangannya. Kalo bisa gak pake transit lah, soalnya badan udah remuk sejak perjalanan dinas di India ini. Sebagai salah satu web travel yang "top of mind", tentu webnya Traveloka juga saya buka buat ngebandingin harga. Biasanya kalo cari tiket pesawat diurusin orang dan dibayarin pula, jadinya ya sekarang emang perlu ekstra usaha buat dapet tiket yang sesuai dengan harapan.

Akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada salah satu penerbangan yang dilayani oleh maskapai kebanggaan bangsa ini. Harganya masuk akal dan tidak pake transit. Mulailah pencarian fokus di penerbangan ini, dan setelah melalui pencarian yang cukup lama, koq ya ternyata harga yang diberikan Traveloka yang paling murah yah. Ya sudah langsung eksekusi aja pembelian tiket pesawat ini.

Jadi berdasarkan pengalaman saya cari tiket pesawat ini paling gak ada 6 point kredit yang perlu diberikan ke Traveloka ini. Apa saja?

1. Antar muka yang mudah digunakan


Begitu buka situs Traveloka, maka kita dimanjakan dengan warna biru yang soft dan tampilan antar muka (user interface) yang mudah digunakan. Selain itu respon webnya yang cepet juga perlu diacungi jempol

2. Harga tiket yang bersaing

Seperti udah dijelaskan di atas, setelah bolak balik bandingin harga, pilihan jatuh ke harga yang diberikan oleh Traveloka untuk tiket pesawat yang saya cari, karena emang paling murah

3. Pilihan pembayaran yang variatif

Nah ini, buat warganet zaman now, fitur ini juga penting banget. Pilihan pembayaran via transfer, debit dan kartu kredit, yang utamanya memudahkan saya di kondisi sekarang. Soalnya kalo Indomaret atau Alfamart susah, mereka belum buka cabang di New Delhi :P

4. Proses Cepat

Begitu selesai bayar, ada pesan bahwa tiket akan bisa kita dapatkan paling lambat dalam waktu 60 menit. Jadi saya harus nunggu satu jam buat dapetin tiketnya? Ternyata tidak, hanya 3 menit (beneran ini saya hitung) tiket sudah terkirim via email dan juga bisa diunduh langsung di situsnya

5. Easy Reschedule

Nah ini fitur penting dari Traveloka yang saya demen. Sebagai "pria panggilan" yang gak tentu jadwalnya, kadang saya butuh reschedule jadwal tiket yang sudah dipesan. Biasaya dulu saya lakukan dengan telepon maskapai penerbangannya atau datang ke counternya langsung, kebayang kan ribetnya. Nah kalo beli tiketnya di Traveloka ternyata mengganti jadwal penerbangan jadi lebih simpel karena tersedianya fitur ini. Cukup masuk ke bagian "My Booking", klik "Reschedule", Pilih Jadwal penerbangan yang baru, tunggu konfirmasi harganya, bayar dan viola... kita sudah dapet tiket yang barunya ajah.

6. My Booking

Gak cuma kemudahan reschedule, saya juga suka dengan fitur-fitur lainnya di bagian "My Booking" ini, seperti
- "Receipt". Buat saya yang seringnya jalan karena urusan kerjaan, receipt jadi penting buat pertanggungjawaban ke kantor.
- "E-Ticket". Buat orang pelupa seperti saya yang suka nyimpen file entah dimana, termasuk file e-ticket, fitur ini jadi bisa memudahkan saya jika sewaktu-waktu perlu mendapatkan tiketnya kembali
- "Refund": terus terang fitur ini sih belum pernah saya pakai tapi kalo emang terjadi sesuatu sehingga kita harus membatalkan penerbangan kita kayaknya fitur ini bakal membantu banget. Soalnya saya berapa kali kejadian kaya gini, dan urusan langsung ke maskapai itu cukup ribet

Dengan kelebihan fitur-fitur ini sih, menurut saya Traveloka memanjakan pelanggannya banget, semua solusi yang dibutuhkan kita yang sering pesen tiket pesawat hadir di sini. Kita #JadiBisa lebih mudah kalau mau pesan tiket pesawat, dan dengan harga yang juga lebih murah.

Senin, 21 Agustus 2017

[Halal Food Bangkok] Petchabury Road Soi 7 (Bagian 2)



Street food yang tersaji di sini tidak hanya kuliner khas Thailand, tapi juga terdapat akulturasi dengan budaya lain seperti Melayu dan India. Tapi yang pasti semuanya Halal!


Tidak cukup satu hari untuk menyusuri berbagai sajian jajanan kaki lima yang terdapat di ruas jalan Petchabury Road Soi 7, maka saya pun sempatkan untuk berkunjung sekali lagi ke lokasi ini sebelum kembali ke Indonesia. Selepas shalat maghrib saya langsung menuju satu spot di Petchabury Road tepat sebelum tikungan ke Petchabury Road Soi 7. Tak tertulis nama tempatnya (seperti kedai kaki lima lainnya), tapi di menunya tertulis TEHO. Saat itu mereka masih berbenah dan menyiapkan beberapa menunya, tapi para pelanggan sudah mulai memadati meja-meja kecil yang berada di trotoar jalan itu. 

Selasa, 08 Agustus 2017

[Halal Food Bangkok] Petchabury Road Soi 7 (Bagian 1)


Kenikmatan jajanan kaki lima alias street food di Bangkok sudah kondang. Dan di sepanjang ruas jalan ini, kamu bisa menikmati beragam street food khas Thailand dengan tenang karena semuanya Halal. Inilah salah satu spot wisata kuliner Bangkok yang harus kamu sambangi, khususnya buat kaum Muslim.


Di Petchabury Road Soi 7 ada sebuah mesjid yang cukup besar dan ramai, namanya Masjid Darul Aman. Dan selama saya di Bangkok, ada beberapa kali saya mengunjungi mesjid ini. Bukan karena rajin-rajin banget beribadah, tapi karena sepanjang jalan ini banyak street food yang menyajikan makanan halal. Setiap melintas di beberapa ruas jalan di Bangkok selalu tergiur dengan aneka ragam street food yang banyak dijajakan, terutama yang bakar-bakaran. Tapi tentu saja, banyak yang tidak bisa saya cicipi karena sudah jelas mengandung atau memasaknya bersama dengan babi. Tapi tidak di ruas jalan ini, semua jajanan kaki lima yang dijajakan dilabeli Halal!

Untuk menuju lokasi ini bisa menggunakan BTS dan turun di stasiun Ratchadewi, tinggal jalan kaki menuju Petchabury Road. Menyeberang jalan dan belok ke kiri akan tampak deretan kedai makanan yang sajikan halal food, sebut saja Madane Restaurant, Nissareen, Farida Fatoni dan lain-lain. Sayangnya saya belum sempet mencicipi hidangan di kedai-kedai ini. Maybe next time... Tidak jauh dari situ kita akan menemukan jalan kecil di sebelah kanan, itulah ruas jalan Petchabury Road Soi 7. Masjid Darul Aman berada sekitar 30 meter dari jalan masuk ke gang ini. Sebelum memutuskan memilih makanan yang ada, saya coba susuri jalan ini sampai agak ke dalam. ada yang berjualan di kaki lima, ada pula yang memiliki kedai sederhana. Yang terasa agak sulit adalah rata-rata menu dagangan mereka ditulis dengan aksara Thailand yang tentunya sulit untuk orang awam seperti saya membacanya, tapi jangan khawatir para penjaja di sini ramah-ramah dan mau menerangkan makanan yang mereka jual. Walau dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah, bahkan dari mereka tidak segan menyampaikannya dengan bahasa Melayu/Indonesia walau hanya satu-dua patah kata.

Kamis, 03 Agustus 2017

[Halal Food Bangkok ] Tomyam Paa Nga


Kuah Tomyam-nya kental menyajikan rasa asam segar dan cubitan rasa pedas yang melenakan. Seafood yang digunakan pun terasa fresh. Tak heran antrian pengunjung cukup banyak walau bukan di akhir pekan



Dapat kesempatan mengikuti kegiatan di Bangkok tidak saya sia-siakan untuk juga dapat menikmati kuliner khas negeri Siam ini yang sudah terkenal akan kelezatannya. Akan tetapi karena padatnya jadwal, maka saya cuma berkesempatan berburu di malam hari. Tentunya, yang saya buru adalah makanan halal, karena sebagai kota dengan mayoritas penduduk non-muslim, penjaja makanan di kota Bangkok yang melabeli jualannya halal tidaklah banyak. Salah satunya adalah ini: Tomyam Paa Nga.

Kalo googling "Halal Food in Bangkok", hampir semua laman dari hasil pencarian mencantumkan Tomyam Paa Nga ini sebagai salah satu halal food di Bangkok yang harus dikunjungi. Oleh karena itu saya menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat ini saking penasaran. Berbekal petunjuk dari Google Maps dan sempet nyasar-nyasar akhirnya saya menemukan titik tempat tomyam ini dijajakan. Berada di kawasan Night Market Pratunam, Tomyam Paa Nga dapat ditemukan di depan pelataran Patra Boutique Hotel. Satu "gerobak" kecil berdiri tempat sang empunya tempat ini meracik tomyam pesanan pelanggannya, sementara tak jauh dari situ sekitar 5-6 meja yang tidak terlalu besar tampak dipenuhi para pelanggan yang tengah menikmati tomyam ini. Saya pun harus menunggu beberapa menit sampai mendapat tempat kosong.

Kamis, 06 Juli 2017

[Review Hotel] The Papandayan - Bandung

Swimming Pool - The Papandayan

Menikmati sejuknya udara Bandung sambil menyeruput kopi di tengah tropical garden dengan air terjun buatan dalam hotel, memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu The Papandayan


Memilih hotel ini karena relatif bebas dari kemacetan di jalan sekitarnya, ya The Papandayan terletak di Jl Gatot Subroto dekat dengan perempatan Jl. Malabar (eh di perempatan sini ada rumah kembar bersebarangan yang konon karya Ir. Soekarno loh). Tapi ternyata tidak hanya itu, begitu masuk lobby hotel, suasana nyaman langsung terasa. Lobbynya besar dengan interior mewah. Suara gemericik air terdengar dari air terjun buatan yang ada di tropical garden di dalam hotel.

Jumat, 03 Maret 2017

Jangan Salah Parkir Inap di Bandara Soetta, atau....

Parkir Inap Bandara Soetta
Parkir Inap Bandara Soekarno Hatta - Jakarta
Beberapa orang memilih membawa kendaraannya sendiri ke bandara, ketika harus bepergian menggunakan pesawat. Praktis, menjadi salah satu alasannya. Tapi tahukah kamu kalau kita tidak bisa menyimpan kendaraan di sembarang tempat parkir jika mau inapkan mobil kita? Jika kita tidak memarkirkan kendaraan kita di tempat khusus Parkir Inap, kita bisa bakal kena tarif parkir yang mencekik loh. Untuk mencegah hal itu terjadi berikut hal-hal yang harus diperhatikan: