Selasa, 29 September 2015

7 Kekurangan dari Ojek Online

Kota Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia saat ini tengah kedatangan "mainan" baru di bidang transportasi publik: Ojek Online. Ya, saat ini penduduk di kota-kota tersebut, dapat dengan mudah meminta antar-jemput dari tukang ojek melalui aplikasi yang terpasang di gawai (gadget) tanpa harus mencari mereka dulu di pangkalan. Di Jakarta sendiri Ojek Online dipelopori oleh Go-Jek, yang kemudian disusul oleh Grab Bike, dan pendatang baru Blu-Jek. Selain kemudahan, penggunaan ojek online ini juga memberikan keuntungan lain buat penggunanya, sebut saja tarif yang sudah ditetapkan terlebih dahulu melalui aplikasi (tidak perlu tawar menawar lagi), bisa dipanggil di mana saja (misalnya jika kita tengah menunggu di pinggir jalan), harga promo, adanya layanan tambahan seperti pesan makanan, kirim barang dan sebagainya. Dan tulisan ini tidak akan membahas segala kelebihan itu karena sudah banyak tulisan lain yang membahasnya. Tapi di balik semua kemudahan dan keunggulan tersebut, ternyata masih terdapat kekurangan-kekurangan Ojek Online ini yang masih dapat kita temukan, khususnya dari sisi pengguna. Apa saja itu? Berikut 7 kekurangan dari ojek online yang coba saya rangkum: