Berdasarkan studi dari Google, prompt yang sukses rata-rata sekitar 21 kata, sementara kebanyakan orang biasanya membuat prompt kurang dari 9 kata.
Membuat prompt memang gampang-gampang susah. Prompt adalah jembatan komunikasi antara apa yang kita pikirkan dengan eksekusi yang dilakukan oleh mesin AI. Karena kita berkomunikasi dengan mesin hanya lewat teks, maka membuat prompt yang efektif menjadi penting agar AI dapat menghasilkan hasil yang sesuai dengan yang kita inginkan. Berdasarkan studi dari Google, prompt yang sukses rata-rata sekitar 21 kata, sementara kebanyakan orang biasanya membuat prompt kurang dari 9 kata.
Apa yang harus kita perhatikan saat membuat prompt? Ada enam bagian yang perlu diperhatikan untuk membangun prompt yang efektif:
- Tugas (task): ini sifatnya wajib, karena bagian ini yang memerintahkan langsung AI untuk mengerjakan apa yang kita minta. Beberapa kata perintah yang digunakan di sini misalnya Tulis, Ringkas, Buat, Jelaskan, Bandingkan.
- Peran (Role): ini sifatnya penting untuk dituliskan. Kita meminta AI untuk berperan sesuai yang kita asumsikan (mengubah sudut pandang dan nada). Misalnya: Sebagai seorang pakar pendidikan, buatkan....
- Konteks: Informasi yang diperlukan AI untuk memberikan respons yang relevan. Misalnya: siapa audiensnya, batasan waktu, dsb. Ini juga penting untuk dimasukkan sebagai bagian dari prompt.
- Format: Ini sifatnya opsional. Kita bisa menambahkan format untuk mendapatkan struktur atau cara penyajian output yang diinginkan. Misalnya: buatkan dalam bentuk tabel atau poin, dan sebagainya.
- Nada (tone): Gaya bahasa dan emosi yang diharapkan sebagai keluarannya. Misalnya: bahasa yang formal, gaya yang cocok untuk Gen Z dan sebagainya. Tidak harus ada, tapi akan membantu kita mendapatkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan kita
- Contoh: Memberikan contoh input dan output yang diinginkan. Kita boleh juga memberikan contoh yang sudah ada untuk bisa memberikan gambaran kepada AI.
"Saya adalah seorang Social Media Specialist dari perusahaan digital agency ternama [PERAN]. Saya sedang merancang rencana konten untuk UMKM yang berjualan jilbab dengan target ibu-ibu Generasi Milenial di kota Bandung [KONTEKS]. Buatkan rencana konten untuk satu minggu yang akan saya gunakan untuk posting di Instagram [TUGAS]. Hasilnya dalam bentuk tabel [FORMAT] dengan gaya yang informal dan santai [NADA]. Sebagai referensi bisa melihat postingan dari akun pandemictalks atau dennysumargo [CONTOH].
Materi "Membuat Prompt yang Efektif" ini saya sampaikan saat diminta oleh MAFINDO untuk menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan "Pelatihan Kecerdasan Buatan untuk Komunitas dan Organisasi Masyarakat" pada tanggal 19 November 2025, yang diikuti oleh sekitar 100 peserta. Di dalam bagian saya, selain materi tersebut, ada materi lainnya yaitu: membuat analisa dokumen dengan NotebookLM, membuat video AI dengan Google Flow, dan membuat tools berbasis AI menggungakan Google Gemini.

Komentar
Posting Komentar