Belajar Kewarganegaraan Digital bersama Siswa Kelas 5 SD

Bersama Guru-Guru Kelas 5 Sekolah Bogor Raya

Kewarganegaraan digital pada dasarnya harus dipahami oleh setiap warganet karena dengan terkait norma-norma yang sesuai, serta perilaku yang bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi informasi atau teknologi digital

Ketika menerima undangan dari Sekolah Bogor Raya untuk ikut berbagi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bersosial media dan etika sebagai warga negara digital, saya sempat merenung. Mungkin literasi digital sudah sering kita dengar, tapi warga negara digital? Kewarganegaraan digital atau digital citizenship memang menjadi salah satu istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana berperilaku yang positif dan bertanggung jawab di dunia digital.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana menyampaikan terkait hal tersebut kepada siswa-siswi kelas 5 SD? Nah ini, menjadi tantangan saya tersendiri. Mencari hal yang erat dengan kehidupan mereka terkait digital citizenship ini menjadi PR yang harus saya lakukan. 

Singkat cerita, saya mencoba meramu paparan yang cocok untuk anak. Mendapat template presentasi yang ciamik dari slides.go dan bahan materi dari berbagai sumber khususnya dari commonsense.org, saya coba membuat presentasi untuk memenuhi undangan di atas.

Saat hari-H tiba, saya membuka persentasi dengan pertanyaan kepada para siswa tentang keseharian mereka dengan internet.
Untuk media sosial, YouTube, TikTok dan Instagram menjadi media sosial yang paling banyak mereka gunakan. Sementara Discord menjadi aplikasi berbagi pesan yang paling populer bagi anak kelas 5 SD ini.

Untuk hal positif yang mereka dapat dari internet, mereka menyampaikan banyak hal seperti untuk belajar, hiburan, mencari informasi, berkomunikasi, berteman, pesen makanan dan untuk mendapatkan inspirasi. Sedangkan hal negatif yang ada di internet menurut mereka cukup banyak, seperti: situs palsu, hoaks, pencurian data pribadi, spammer, predator online, cyber bullying dan sebagainya. dan

Saya juga bertanya komentar daring apa yang bisa membuat mereka sedih, jawabannya rata-rata terkait dengan kata-kata kasar, ejekan atau hinaan, tidak mau berteman, dan kalimat-kalimat yang bernada merendahkan. Sedangkan komentar yang bikin bahagia, kebanyakan menuliskan kalimat-kalimat pujian atau apresiasi atas apa yang mereka kerjakan, seperti jago bermain game, animasi kreasi mereka yang bagus, pujian terhadap konten yang dibuat, dan sebagainya

Dari jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut saya mencoba menarik hubungannya dengan 3 pilar dalam Kewarganegaraan Digital:
- Berpikir kritis
- Waspada atas keamanan digital
- Bertanggungjawab atas segala aktivitas digital

Lebih lengkapnya paparan yang saya buat bisa dilihat di bawah ini:


Komentar