Senin, 12 Januari 2015

Kartu Nama, masih perlu gak sih?

"Ini era digital, semua data disimpan dalam bentuk digital sehingga penggunaan kertas pun dapat jauh berkurang (paperless)". Kalimat seperti itu mungkin sering kita dengar belakangan ini ketika komputer, acang (gadget) dan internet menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, khususnya yang tinggal di kota besar. Akan tetapi di antara gegap gempita serta keriuhan akan hadirnya teknologi informasi dan komunikasi di tengah kita tersebut, tetap ada bagian-bagian non-digital yang bagi saya tidak akan tergantikan. Ketika tatap mata tidak akan bisa tergantikan oleh tatap layar, hangatnya canda tawa tidak akan tergantikan oleh teks "wkwkwkwkwkwk" dan senyuman tulus yang sulit diganti dengan hanya sebuah simbol :). Ya, terdapat banyak hal di hidup ini yang tidak bisa digantikan oleh canggihnya peralatan teknologi yang kita miliki.

Dan salah satunya adalah Kartu Nama. Kenapa? Bukankah kartu nama hanya sekedar kumpulan data dalam sebuah kertas berukuran sebesar 85 x 55 mm?
Nope, kartu nama bisa bernilai lebih dari itu. Kartu nama tidak hanya berisi identitas, akan tetapi juga merepresentasikan jati diri personal dan juga organisasi atau perusahaan. Bahkan ada yang menyatakan bahwa kartu nama merupakan salah satu powerful marketing weapon alias senjata pemasaran yang sangat kuat, tapi sering diabaikan. Ya ketika kita bertemu orang baru, tentu kita tidak punya cukup waktu banyak untuk menggali identitas dirinya, apa yang dia lakukan, dimana dan di bidang apa dia bekerja, nomor telepon, email, alamat kantor juga akun sosial medianya. Dan semua informasi tentang orang yang baru kita kenal tersebut dapat kita temukan di dalam kertas kecil yang masuk dalam dompet ini. Dan informasi itulah yang bisa membawa kita ke "pertemuan" selanjutnya baik di dunia off line maupun on line.

Jadi sebenarnya keuntungan apa saja yang bisa kita dapatkan dari sebuah kartu nama? Paling tidak ada tiga keuntungan yang bisa kita dapatkan dari kartu nama.

1. PRAKTIS
Kartu nama adalah alat yang sangat praktis dan nyaman dalam memperkenalkan diri dan/atau organisasi kita. Ukuran kecil dari sebuah kartu nama memungkinkan kita membawanya kemanapun dalam jumlah yang cukup banyak dan diberikan dengan mudah kepada siapa saja yang membutuhkan. Kartu nama juga mengurangi waktu terbuang untuk mencatat data penting seperti nama, nomor telepon, email ataupun website. Semua ada di kertas kecil ini.

2. MURAH
Membuat kartu nama itu murah. Contoh kita ambil di salah satu penyedia jasa pembuatan kartu nama: kartunama.net, harga satu box berisi 94 buah kartu nama dapat diperoleh mulai dari harga Rp. 45.000. Ini berarti harga satu lembar kartu nama kurang dari 500rupiah saja. Dibandingkan dengan fungsi dan informasi yang termuat di dalamnya tentu sangat murah. Keuntungan yang didapatkan bisa jauh berkali-kali lipat dibanding harganya

3. INFORMATIF
Kartu nama memuat informasi yang banyak dalam sebuah kertas kecil yang mudah disimpan, sebut saja nama, jabatan di organisasi/perusahaan, alamat, nomor telepon, email, situs web bahkan akun media sosial juga dapat kita simpan dalam kartu nama. Apalagi sekarang banyak produk penyimpanan kartu nama yang dijual misalnya di toko-toko buku, yang memudahkan kita menyimpan kartu nama dan mengakses/melihat kembali kartu nama tersebut di lain waktu. Di beberapa acang atau telepon pintar kita juga dapat menemukan aplikasi yang dapat membaca kartu nama dan kemudian menyimpan informasi yang tercantum dalam bantuk digital sehingga kita akan mudah jika kita akan mencarinya kembali.

Jadi, kembali ke pertanyaan dalam judul postingan ini: Kartu Nama, perlu gak sih? Buat saya sih perlu banget dengan alasan-alasan di atas. Kalau buat kamu?

Sumber gambar: http://www.ebxp.com/


Silakan klik tombol share di bawah untuk membagikan artikel ini

Posting Terkait:

2 komentar:

  1. Bagi saya masih sangat diperlukan mas. Di tiap pertemuan yang saya alami di sini, siapapun dia (aktivis internet atau bukan) selalu bertukar kartu nama. Tapi saya yang justru belum punya kartu nama hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walah, masa sih gak punya kartu? Ayo buat, daripada ntar keburu pulang ke Bogor #loh

      Hapus